Selasa, 10 Desember 2013

Media TV untuk pembelajaran PAI

Kehadiran Televisi di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern  merupakan sesuatu yang tidak bisa ditolak. Ini sudah merupakan bagian dari kemajuan yang dicapai oleh umat manusia. Padahal sebenarnya TV memiliki dua wajah positif dan negatif. Lalu bagaimana pandangan Anda menyikapi kehadiran TV tersebut dikaitkan dengan tugas dan tanggung jawab Anda ke depan sebagai guru PAI.

Silahkan postingkan tanggapan Anda pada forum komentar. tulis nama dan nomor presensi Anda dan NIM.

46 komentar:

burdah mengatakan...

menurut kami,sebagai calon guru nanti, kami melakukan kordinasi dengan komponen- komponen pendidikan hususnya kepada keluarga sebagai kontroling siswa di rumah ,karena keluarga merupakan komponen pembelajaran yang bersifat sistemik.dengan seperti itu anak akan lebih selektif dalam menonton TV. MUHAROR 11410140

candra purwanti mengatakan...

candra purwanti-16-11410022

menanggapi hadirnya TV dalam keseharian peserta didik, saya sebagai calon guru dapat memanfaatkannya dengan menjadikan sebagai salah satu media pembelajaran PAI, namun tak bisa kita hindari Televisi juga akan menayangkan tayangan yang besifat komersial, cerita fiktif dsb,,yang akan memberikan dampak negatif bagi peserta didik, oleh karena itu guru harus mengadakan koordinasi dengan orang tua siswa agar melakukan pengawasan kepada anak saat menonton tayangan televisi. jangan sampai anak jadi sangat hobi nonton yang tidak bermanfaat.

Leni Marlina mengatakan...

Leni Marlina: 11411002 (PAI-V A)

kehadiran Tv adalah salah satu imbas dari berkembangnya teknologi dan informasi. beberapa tayangan di TV dapat diklasifikasikan menjadi tayangan yang mendidik dan tidak mendidik. Tayangan yang mendidik mengandung pendidikan positif, memberi motivasi, dan menanamkan sikap percaya diri pada anak. Sedangkan tayangan yang tidak mendidik lebih cenderung menanamkan efek negatif pada anak. Karena kecenderungan sifat anak adalah meniru dengan apa yang dilihatnya. Keberadaan TV sebagai media informasi dan hiburan tidak dapat dihindarkan lagi. Untuk itu disinilah sebagai guru PAI memiliki peranan memberikan arahan kepada para peserta didik agar memilih dan memilah tayangan yang ditonton. Hal lain yang dapat dilakukan adalah:
1. Memberikan edukasi kepada orang tua akan dampak negatif dan positif TV, dengan tujuan agar orang tua mengawasi anak-anaknya dengan tayangan yang dilihat.
2. Menjelaskan secara persuasif kepada para peserta didik untuk tidak melihat tayangan-tayangan yang bersifat negatif.
3. mengoptimalkan jam belajar rakyat, hal ini dilakukan agar tingkat menonton TV dapat diminimalisir dan diganti dengan hal yang lebih positif dan bermanfaat.

Rain Hany mengatakan...

Khanifah Inabah (28)
11411022 _PAI 5 A_

Menurut saya kehadiran televisi di era modern memang tidak terelakan lagi. Ibarat dua sisi mata uang, ia membawa dampak positif sekaligus negtif. Televisi bisa menjadi media informasi, hiburan, serta pendidikan dimana terjadi transfer nilai dari pesan yang dibawa dari sebuah acara televisi. Tetapi disisi lain televisi bisa menyita banyak waktu anak karena teralu asyik menontonnya, belum lagi acara-acara yang ada masih banyak yang memuat nilai-nilai yang kurang baik seperti kekerasan, gaya hidup konsumtif serta sinetron-sinetron yang kurang mendidik.

Disini ketika kita memposisikan diri sebagai seorang pendidik tentunya harus bisa berupaya meminimalkan dampak negatif televisi sekaligus memaksimalkan manfaatnya. kita harus bisa melakukan tindakan persuasif yang harus didukung juga oleh lingkungan terutama keluarga serta diperlukannya peran pemerintah yang disini bisa diwakilkan oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia.

Seorang guru memberikan arahan kepada peserta didik agar bisa memilah dan memilih tanyangan yang akan ditonton, guru juga memberi edukasi kepada orang tua tentang dampak positif dan negatif televisi. Disini orang tua bisa mengawasi dan lebih bagus lagi mendampingi ketika anak-anak sedang meonton televisi, mulai dari hal-hal yang menyangkut selektivitas siaran televisi yang layak ditonton anak, pembagian atau pembatasan waktu menonton, hingga pendampingan anak saat menonton.

Selain itu KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) sebagai lembaga pengawas penyiaran juga harus lebih selektif dalam penanyangan acara. Harus ada kode acara mana saja yang berupa acara anak-anak, dewasa, maupun acara yang perlu adanya bimbingan orang tua, serta perlu penjadwalan jam untuk acara dewasa yang tidak ditayangkan saat jam tonton anak-anak.

Semua elemen diatas penting untuk saling bekerjasama. Dan akan lebih baik lagi ketika guru bisa menjadikan media televisi sebagai media pembelajaran anak di sekolah yang tentunya sudah dipilah dan dipilih acara atau program apa yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Kalau bisa membangun siaran pendidikan sendiri separti TVe (Televisi Edukasi) yang ada di TVRI, itu bisa menjadi langkah yang bagus bagi guru untuk memaksimalkan perkembangan teknologi terutama televisi untuk pemanfaatan proses pembelajaran.

Anonim mengatakan...

Pratiyas Hida Ilyana (11410038)
Menanggapi hadirnya televisi di era modern seperti sekarang ini, seyogyanya, masyarakatnya memang tidak bisa lepas dari televisi. bisa di lihat bahwa televisi seperti sudah menjadi benda pokok yang berada di rumah. hampir seluruh penduduk indonesia dalam rumahnya mempunyai televisi. dikaitkan dengan tugas dan kewajiban guru PAI, sebaiknya sebagai guru PAI mampu mengarahkan siswa nya agar dapat memilah dan memilih mana acara televisi yang sesuai untuk anak sekolah dan yang dapat bermanfaat. contohnya Guru PAI dapat memberikan tugas tentang PAI, dengan memerintahkan siswanya untuk menonton acara televisi yang bernuansa islami agar siswa dapat merangkum dan mengambil himah dari apa yang disampaikan pada acara tersebut. selain itu, siswa agar di arahkan supaya tidak melihat acara yang tidak bermanfaat dan mengurangi jam menonton televisi.
tidak lupa orang tua juga di berikan arahan agar dapat melakukan pengawasan terhadap acara apa yang di tonton oleh putra putrinya.

Prastio/PAI/11410046 mengatakan...

Menurut saya, kaitan antara hadirnya TV sebagai media elektronik yang bermata dua (positif dan negatif) dengan tugas dan tanggung jawab saya sebagai calon guru PAI adalah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan orang tua siswa dan masyarakat sebagai. Karena kesuksesan pencapaian tujuan pendidikan tidak terlepas dari peran serta sekolah/pendidik, orang tua dan masyarakat sebagai tri pusat pendidikan. Langkah strategis guru adalah mengarahkan siswa dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang bersumber dari siaran TV, sementara itu orang tua bertanggung jawab untuk memantau da mengawasi tayangan yang disaksikan oleh putra-pitrinya, selain itu perlu juga diperhatikan tentang pengaturan waktu yang tepat, kapan mereka boleh melihat TV dan kapan tidak. Sementara itu masyarakat, dengan kontrol sosialnya seharusnya mampu berpikir kritis dan cerdas terhadap tayangan yang ada, masyarakat dengan hak politik yang sudah dimandatkan kepada para wakil-wakilnya seharusnya bisa melakukan kontrol kebijakan dan pengawasan. Baik itu melalui peraturan perundang-undangan, maupun kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia agar tayangan yang ada bisa sesuai dengan harapan.

Mawaddah AlmuMtazza mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Mawaddah AlmuMtazza mengatakan...

(Ummu Mawaddah/PAI_V_11410189)

Kehadiran TV di tengah-tengah masyarakat memang tak mungkin dapat ditolak. sebagai media komunikasi, TV bisa memberi dampak positif dan juga negatif. tinggal bagaimana kita sebagai manusia yang telah diberi akal dan pendidikan, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. saya sependapat dengan teman-teman, sebagai guru,kita perlu mengadakan koordinasi dengan orangtua di rumah dalam pengawasan terhadap waktu/durasi dan acara tv yang ditonton oleh anak-anak. kita juga haru memberi pengertian kepada peserta didik mengenai tontonan yang pantas dilihat dan yang tidak. jelaskan manfaat dan kerugiannya. sebagai calon guru, kita harus mulai dari diri sendiri, hindari tontonan yang kurang 'bermutu', tetap mawas diri dan kontrol tindakan diri.

Dewi Fajria mengatakan...

hadirnya televisi ditengah- tengah kehidupan merupakan suatu yang sangat luar biasa. dimana masyaratak yang tadinya sulit mendapatkan informasi kini menjadi mudah mendapatkannya. Tidak jarang diantara kita yang memang setiap harinya mulai memasukkan jadwal televisi dalam kegiatan rutinan. Hanya saja kita sebagai calon pendidik PAI harus mampu memberikan pengertian yang lebih bisa dipahami oleh peserta didik dengan tujuan agar mereka mampu memilih mana acara televisi yang pantas atau kurang panats untuk dilihat. Peserta didik diantarkan untuk belajar memfilter acara yang disuguhkan oleh pihak televisi. Jangan sampai kemajuan zaman ini tidak diikuti perkembangannya hanya karena takut terkena arus globalisasi. Justru dengan adanya kemajuan zaman ini diharapkan mampu menjadikan peserta didik lebih bersemangat dalam mempelajari materi PAI. Dari sini muncul pernyataan tersirat bahwa antara pihak pendidik, peserta didik dan keluarga seharusnya mampu bekerjasama untuk mengontrol acara televisi yang ada. Meminjam kata dari SERAT LOKAJAYA: Anglaras ilining banyu, angeli ananging ora keli.. Ikuti alur zaman tapi jangan sampai kita terseret arus negatif dari kemajuan zaman yang ada..
Fajria Dewi/ 11410010/ PAI V-B

Ibnucyber mengatakan...

Fahrizal Ibnu Pradana - 11410012 - PAI V B

seperti sudah kita ketahui, televisi memang memiliki sisi positif dan sisi negatif, oleh karena itu kita sebagai guru PAI seharusnya bisa memanfaatkan sisi positifnya dan meminimalisir kekurangannya. dalam memanfaatkan sisi positifnya misalnya bisa kita berikan siswa tugas untuk menyimak acara-acara televisi yang berupa pengajian, sehingga mereka akan mendapatkan informasi tambahan yang mungkin belum pernah atau tidak pernah diajarkan disekolah. namun demikian kita juga perlu berkonsultasi dengan wali murid untuk mengontrol acara yang ditonton oleh anak anaknya, misalnya ketika anak-anak menonton acara-acara sinetron yang hanya bercerita percintaan, atau tentang konsumerisme, dan sebagainya, wali murid bisa mematikkan atau memindahkan channel televisi ke acara yang lebih baik. wali murid juga perlu untuk mengawasi apa yang ditonton oleh anak-anaknya

khusnul imroah mengatakan...

Sama dengan pendapat dari teman-teman sebelumnya bahwa kehadiran media televisi di tengah kehidupan manusia mempunyai dampak positif dan dampak negatif. sebagai calon guru kita harus bisa semaksimal mungkin memberi penjelasan kepada anak didik kita terkait dampak positif dan negatifnya.
selain itu juga harus ada kerja sama dengan pihak keluarga di rumah, agar dari pihak keluarga juga bisa mengontrol anak-anaknya. Karena justru sebagian besar anak menyaksikan/mengkonsumsi siaran-siaran televisi di rumah, walaupun untuk sekarang ini untuk menyaksikan siaran televisi juga bisa melalui media hp.

Nazzhao Abarokah mengatakan...

Ahma Barokah/ 11411007/ PAI 5A
.
Assalamu'alaikum.
Televisi memang tidak bisa dengan mudah kita hindari di dalam kehidupan kita. Tv tentu dalam penggunaannya pastilah ada sisi positif dan negatifnya, itu semua harus kita sikapi dengan tepat.
Sekarang tayangan di tv sudah banyak yang kuraang bermutu terutama dalam pendidikan seperti:
1. acara gosip, padahal acara seemacam ini sangat dilarabng oleh agama Islam.
2. artis-artis dengan model pakaian yang dikenakan, keebanyakan cara pemakaian artis tidak sopan dan terbuka.
3. waktu penayangannya di waktu ibadah berlangung sehingga proses ibadah menjadi terhambat dan kurang maximal.
4. dam masih banyak lagi.
Tentunya dalam masalah ini kita jangan diam saja. beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menyikapinya seperti:
1. matikan tv ketika ibadah dan waktu belajar tiba.
2. ajak anak bersenda gurau atau beerlibur jika terlalu sering menonton tv.
3. pilih-pilih tayangan tv.
4. kurangi waktu penyangan/ penyalaan tv terutama ketika waktu ibadah dimulai.
4. ajak anak untuk mengaji dan mempelajari Al-Qur'an.
Mungkin itu yang bisa dilakukan dalam menyikapi penayangan televisi yang sudah sangat berpengaruh buruk..
Sekian Wassalamu'aikum.. ;-)

fitri fadilla mengatakan...

Bayu Fadhilatul Fitriyah#PAI A#30#11411024

Media televisi adalah media elektronik yang memberikan informasi di dalam negeri maupun diluar negeri secara luas karna melalui media televisi kita menjadi tau bagaimana keadaan maupun kondisi di dalam maupun diluar negeri. Mungkin untuk zaman sekarang media televisi merupakan makanan sehari-hari masyarakat, karna di setiap rumah pasti menyediakan televisi, tidak hanya di satu ruangan akan tetapi juga di setiap ruangan atau kamar di sediakan televisi. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkannya telah mampu menarik minat pemirsanya, dan membuat pemirsannya ‘ketagihan’ untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. bahkan bagi anak-anak sekalipun sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya, bahkan acara “nonton tv” sudah menjadi agenda wajib bagi mereka. Adapun dari tayangan televisi ada dampak negatif serta dampak positifnya. Misal dampak positif dari media televisi bagi anak- anak seperti penayangan acara si bolang, laptop si unyil serta acara edukasi di TVRI,dan lain sebagainya. Dari acara ini anak-anak dapat menambah pengetahuan bagaimana pengenalan kehidupan anak di daerah lain, adat istiadat itu disana bagaimana, anak menjadi lebih kreatif dan anak bisa belajar sambil menonton TV seperti yang ditayangkan di acara edukasi di TVRI. Akan tetapi disisi lain negatif dari penayangan-penayangan TV adalah acara-acara sinetron yang tidak mendidik dimana berisi penayangan kenakalan-kenakalan remaja,dan cinta si anak yang seharusnya hanya boleh ditujukan kepada TYME, dan keluarga.dari penayangan tersebut maka si anak akan terpengaruh jika tidak mendapatkan pengawasan penuh dari orang tua. Dari kasus ini sebagai seorang Guru juga ikut andil, serta memberikan pengawasan terhadap anak didiknya. Hal pertama yag dilakukan adalah memberi penyuluhan terlebih dahulu terhadap orang tua karna bagaimanapun si anak lebih lama berada dalam rumah, selain itu seorang guru memanfaatkan acara-acara yang positif untuk di jadikan media pembelajaran dikelas. Dari acara-acara positif itu dapat di jadikan sumber belajar, atau dapat dijadikan tugas harian, hikmah apa yang bisa di ambil dari penayangan tersebut.

Ulvi Latifah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

By:Riyanto(11411009/no abs:17)PAI 5A.

setelah membaca wacana diatas, kehadiran televisi ditengah-tengah masyarakat menurut saya sangat penting dan berguna terhadap perkembangan pendidikan. seperti yang telah saya amati dua tahun terakhir ini terhadap perkembangan peserta didik disekolah dasar (SD) dan salah satu hasilnya sebagai berikut :
dari segi positive: peserta didik lebih medapatkan ilmu-ilmu pengetahuan seecara langsung yang tidak disampaikan guru secara prakteknya, seperti: menjadikan anak yang lebih mandiri,rajin, tekun ibadah dan lainnya, setelah melihat sinetron-sinetron yang dibintangi oleh artis-artis cilik. contohnya: dalam sinetron indosiar yang dibintangi oelh baim, alif dan lainnya.
dari segi negative: perilaku peserta didik menjadi seperti orang dewasa yang seharusnya belum sesuai dilakukan seusianya, seperti tidak mau diatur atau dinasehati orang tuanya, mencoba-coba apa yang telah ditayangkan misalnya merokok, perkataan buruk dan lainnya, itu disebabkam faktor ingin tahu anak terhadap hal-hal yang ia tonton.
secara umum dari dampak diatas saya menyimpulkan managemen televisi yang memprogram siaran itu yang sangat berperan untuk menyajikan acara-acara yang baik, selain pemerintah juga ikut mengaturnya melalui perundang-undangan terhadap tayangna televisi tersebut.
namun bila mengamati kedua dampak diatas adalah suatu yang menjadi keharusan. karena suatu kebaikan pasti ada keburukannya, begitu juga suatu yang positive pasti ada yang negativenya. sebab kedua sifat itu menjadi menyeimbang dan tidak akan bisa dihilangkan. hanya saja sebagai colon guru PAI membibing mereka dengan penuh perhatian sesuai dengan usia mereka, jangan malaah membenci peserta didiknya yang nakal misalnya,
disamping pengamat televisi sendiri yang berperan penting, ada 3 pengamat pokok, yaitu :
1. orang tua sebagai pengamat yang lebih banyaak waktunya bersama peserta didik.
2. guru sebagai pengganti orang tua dalam lingkunga sekolah.
3. masyarakat sebagai pengamat dalam lingkungan bermainnya dan aktifitas lainnya.
agar kontrol terhadap anak lebih efektive, maka kerja sama ketiganya harus efektive pula terhadap pengawasan anak.
terutama kita yang nantinya sebagai guru, menjadi pengamat yang terpenting dilingkungan pendidikan. salah satu cara menyikapi dampak negative terhadap media televisi bagi peserta didik adalah memberikan tugas-tugas yang mendidik positive melalui televisi juga, misalnya: memberi tugas untuk mencari ibroh(baik dan buruk) dalam suatu sinetron, baru setelah itu guru menjelaskan dan mengarahkannya bagai mana seharusnya.
mungkin itu sedikir dari saya....... makaasihhh,,

Nur Hidayati mengatakan...

Nur Hidayati (19)
11411012_PAI 5A

Menurut saya kehadiran media tv dalam kehidupan modern ini begitu memasyarakat, bahkan tv sudah menjadi kebutuhan tersendiri bagi setiap orang. Dalam konteks pendidikan anak-anak media tv memiliki sisi positif dan negatif. Adapun sisi positifnya seperti:
1.Anak dapat belajar berbagai hal dalam program tv, seperti acara tv edukasi, si bolang, dll
2.Dapat menambah wawasan dan kosakata
3.Dapat mengetahui pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Sedangkan dampak negatifnya seperti:
1.Membuat anak menjadi kecanduan dengan acara-acara tv yang disajikan sehingga timbul rasa malas dan menjadi kuper
2.anak cenderung menjadi pasif dan tidak kreatif
3.menjadikan menurunnya prestasi karena kurangnya waktu yang digunakan hanya untuk melihat tv.
Dalam acara-acara tv tersebut baik berdampak positif maupun negatif, alangkah baiknya kita mengambil hal-hal positifnya untuk kemanfaatan kita semua, untuk hal-hal yang negatif sebaiknya sebagai pembelajaran kita yang perlu diwaspadai.

sahabat zein mengatakan...

Memang banyak kontrofersi mengenai berbagai perkembangan teknologi yang ada, khususnya televisi. selain dipandang sebagai media yang bermanfaat karena menyajikan berbagai berita yang dibutuhkan masyarakat, akan tetapi juga tidak sedikit dari kalangan masyarakat sebagai objek tujuan adanya tv itu sendiri memberikan kritikan atas kedatangannya. lebih-lebih adalah dari para kalangan akademisi, baik guru,dosen dan sebagainya.
Memang ketika dilihat fakta yang ada sekarang, telah ada beberapa tayangan media tv yang berbau pendidikan, akan tetapi itu masih sangat jauh dari kata cukup, apalagi ketika diperhatikan lebih leluasa lagi,coba cermati apa saja tayangan yang ada dalam tv selama seharian penuh (24 jam), sebagian besar yang ditayangkan adalah tayangan yang bersifat hiburan semata, dan yang lebih mirisnya lagi waktu yang digunakan dalam menayangkan tayangan hiburan tersebut adalah waktu-waktu efektif untuk belajar, khususnya di malam hari bahkan sampai larut malam, yang hal itu secara tidak langsung telah memberikan sebuah teladan untuk bagaimana mengisi waktu malam yang ada dengan bergembira ria begadang sampai malam. Sedangkan untuk tayangan yang boleh dikatakan "lues" untuk ditayangkan karena mengandung nilai pendidikan, waktu yang digunakan adalah waktu dimana sibuk-sibuknya manusia beraktifitas. Sungguh yang tidak enak dilihat dan didengar.

Dari hal tersebut di atas, sudah sepatutnya sebagai pendidik untuk lebih was-was lagi dalam mengawasi peserta didiknya. Kemudian bila ditanya "apakah bisa tv digunakan sebagai media pendidikan?" jawaban saya tentunya sangat sekali bisanya,selain untuk melatih tanggung jawab, tayangan tv juga biasanya dikemas dg tayangan yang bersifat ringan, sehingga akan sangat mudah untuk dicerna peserta didiknya.Kemudian jika "bagaimana caranya?" adalah dengan memberikan tugas secara pribadi ataupun incividu untuk mengamati acara televisi yg bersifat pendidikan, dan kemudian dapat diungkapkan hal apa yang dapat diambiil dari tayangan tersebut, dan dengan cara sering diberi tugas ini diharapkan pesdik kemudian dapat membiasakan diri untuk menonton tayangan-tayangan televisi yang mengandung nilai pendidikan. demikian sdikit pemaparan yang dpat sy sampaikan_ terimakasih.
Ahmad Zaenurrohman W.
11411021/PAI 5A

alfa izah mengatakan...

Siti Alfaizah/11410020/14
menurut saya, sebagai calon guru PAI kita seharusnya bisa memberikan sosialisasi dan penjelasan kepada siswa untuk bisa menonton tayangan yang sekiranya bermanfaat dan memberi dampak positif bagi perkembangan siswa, tidak lupa guru senantiasa mengajak pihak keluarga untuk melakukan kontroling agar semua acara yang ditonton oleh anak dapat diketahui orang tua sehingga orang tua dapat memberikan penjelasan ketika ada tayangan yang butuh pemahaman khusus. Selain itu, guru juga bisa menggunakan televisi sebagai media pembelajaran mata pelajaran PAI, agar guru sekaligus memberi contoh tayangan televisi yang layak ditonton, sehingga siswa dapat mengetahuinya.

Anonim mengatakan...

Retno Dewi Pertiwi (29)
11411023 / PAI.5.A


Menurut saya kehadiram televisi tidak dapat dihindari, karena ini bagian dari kemajuan IPTEK yang ada. Televisi memiliki dua sisi yang saling berkaitan yaitu positif dan negatif. Dan bila salah satunya dihilangkan maka tidak akan seimbang. Seperti halnya suatu kebaikan pasti ada keburukan dan lain sebagainya. Tidak dipungkiri bahwasannya televisi merupakan media yang sempurna, karena saaat kita memakai media televisi semua indra bekerja seperti indra pendengar maupun melihat (audio-visual).

Sebagai calon guru PAI banyak cara untuk menyikapi terutama pada dampak negatif dari televisi tanpa harus melarang peserta didik untuk melihatnya. Sebaiknya seorang guru juga harus mampu memberikan arahan kepada peserta didiknya mengenai tayangan televisi yang baik ataupun buruk. Dan dapat memberikan contoh-contoh ataupun dampak dari tayangan televisi yang di tonton baik dari segi positif maupun negatif.

Rasanya tidak adil jika tidak melibatkan orang tua dalam menyikapi masalah ini. Orang tua juga merupakan guru bagi peserta didik dirumah. Sebaiknya orang tua memberikan pengawasan dan memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. karena anak itu mencontoh dari sikap orang tuanya dirumah.

Selain itu pemerintah ataupun lembaga yang terkait mampu menanyangkan acara televisi yang bermanfaat terutama pada jam-jam yang dapat dijangkau oleh anak-anak.

Anonim mengatakan...

MUHAMMAD MUNAWARODIN-(26)
11411019 / PAI 5 A


seiring dengan kemajuan zaman, yang namanya teknologi akan selalu berkembang,dan kita sebagai konsumen teknologi tersebut di tuntut untuk selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin berubah. TV (televisi) misalnya, awalnya televisi diciptakan untuk mempermudah penggunanya untuk mendapatkan informasi dan berita yang ada di sekitarnya. yang mungkin pusat berita tersebut belum pernah ataupun tidak bisa di jangkau oleh pengguna televisi tersebut,akan tetapi pada zaman sekarang ini televisi telah berevolusi menjadi monster kotak bermata satu yang menyajikan tayangan-tayangan hiburan yang di dalamnya tidak ada nilai-nilai pendidikanya, bahkan cenderung kearah yang negatif hanya karena demi keuntungan satu pihak semata tanpa memperhatikan tayangan tersebut layak di tonton oleh semua kalangan umur atau tidak. akan tetapi tidak semua tayangan televisi mengandung nilai-nilai negatif, bahkan kita sebagai seorang pendidik pun bisa menggunakan media tersebut. misalnya : kita dapat menyuruh peserta didik untuk mengambil IBRAH dari tayangan televisi yang acara tersebut sudah di tentukan oleh kita ( Ingat..! acara televisi yang kita pilih tersebut hendaknya dapat dijangkau waktunya oleh peserta didik yang di sesuaikan dengan tingkat pendidikanya. dan akan lebih baik lagi jam tayang acara tersebut strategis dengan jam peserta didik menonton televisi. contoh : laptop si Unyil, tau nggak sih, yang acara ini bertepatan dengan jam pulang anak SD, kemudian untuk anak SMP atau sederajat dan SMA/MA atau sederajat bisa ditugaskan untuk mengamati acara televisi sebelum berangkat sekolah atau hari libur, semisal, mozaik Islam, Islam itu Indah, Safa'at, dan lain-lain yang ada kandungan nilai-nilai islaminya, yang kemudian pengamatan tersebut di catat dan di presentasikan pada pertemuaan jam pelajaran). itu saja mungkin pendapat dari saya menanggapi media televisi untuk di ambil sisi positivnya. wassalamualaikum.wr.wb.

Hidayah mengatakan...

Nella Hidayah/11410224/PAI/V/B
Televisi menjadi suatu media yang pokok dalam setiap kepala keluarga. Yang saat ini mungkin kalah dengan media radio. Televisi saat ini yang seperti kita tahu, acara yang ditayangkan memang cukup jauh berbeda dengan tayangan zaman dahulu. Hal-hal dulu yang dianggap tabu untuk tidak dipertontonkan sekarang menjadi hal yang biasa saja untuk dipamerkan malah menjadi persaingan. Memang ini cukup memprihatinkan apalagi untuk usia anak-anak yang mana ketika si anak menonton TV tidak didampingi dengan orang yang lebih dewasa (orang tua). Maka dari itu, menghadapi tantangan ini, terutama saya sebagai calon pendidik agama, yang mempunyai peran sebagai pembentuk perilaku anak didik, harus dapat menjembatani agar anak didik tidak sampai terpengaruh tontonan yang negatif. Mungkin memang sulit apabila kita hanya memberikan nasehat saja, namun sesuai dengan konsep para filosof muslim salah satunya dimana anak didik apabila diberikan wejangan kurang begitu antusias maka sebaiknya diberikan contoh/suri tauladan. Dengan hal ini, maka sebisa mungkin dapat memanfaatkan media TV ini sebagai pembelajaran sebagai alat 'peraga' yang dapat di ambil manfaatnya (acara), kita (pendidik) harus bisa memilih secara selektif yang tepat digunakan sebagai penunjang materi pembelajaran yang terkait, yang dapat digunakan sebagai contoh. Sehingga anak didik akan lebih tahu secara konkret bagaimana materi yang sedang dipelajarinya dengan contoh-contoh yang sering ia lihat di media TV tersebut.

Anonim mengatakan...

Abu Rouf Nur R/11411004/PAI 5A

Televisi adalah media elektronik yang mampu menampilkan gambar dan suara. Kehadiran televisi didunia ini adalah salah satu dampak perkembangan teknologi. Televisi hadir ditengah masyarakat dengan tujuan yang mulia, yaitu guna memperbaharui berbagai informasi yang terbaru. Namun sebagaimana fitrahnya bahwa semua yang diciptakan itu ada sisi kekurangan dan kelebihan. Televisi mempunyai dampak positif dan negatif, semua tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Sebagai calon Guru Pendidikan Islam, menurut saya menonton televisi itu perlu, karena dari televisi itu kita bisa memperoleh informasi yang terbaru, baik itu informasi mengenai pendidikan, sosial, masyarakat, ekonomi, dan lain sebagainya. Sebagai seorang guru, terlebih dalam menghadapi peserta didiknya, kita perlu sampaikan bagaimana televisi itu lahir, bagaimana latar belakangnya, lalu sampaikan juga apa dampak positifnya, apa dampak negatifnya, dan itu disertai alasan yang kongkrit dan rasional. Tidak hanya seperti itu, kita juga sebagai calon orang tua, dan kontrol orang tua juga sangat berpengaruh, orang tua hendaknya memberikan jadwal atau jam-jam nonton televisi dan jam belajar, agar anak-anaknya tidak hanya sibuk didepan televisi. Namun orang tua juga harus bisa memberikan contoh, tidak hanya sekedar mengajarkan saja.

Anonim mengatakan...

Akhmad Afif/11411020/PAI 5A

mengingat perkembangan zanman yang semakin maju terutama dibidang IPTEK seperti hal nya Televisi yang semakin lama semakin meluas dan berkembang menjadi lebih sempurna di sisi acaranya atau siarannya dan boleh dikatakan sudah menjadi hal yang sangat umum bagi semua masyarakat Indonesia. dalam siaran televisi terdapat dua sisi yaitu sisi positif dan negatif, seperti pada siaran berita yang bersifat memberikan informasi darimanapun begitu juga dengan hiburan-hiburan yang pastinya harus disaring juga oleh para emirsa seperti acara TV yang harus melalui BO (Bimbingan Orangtua) dan sampai D (Dewasa) bagi anak-anak yang belum cukup umur harus diperhatikan terutama peran orang tua dalam suatu siaran TV. menurut saya sebagai calon guru PAI memberikan pencerahan terhadap siaran Televisi yaitu khususnya sebagai orang tua harus mengatur jam belajar dan jam bermain atau menonton TElevisi terhadap anak-anaknya terlebih juga bila usia anaknya masih belum cukup umur dan sebagai anak yang sudah cukup dewasa juga harus menyaring acara-acara TV yang sekiranya bisa mempengaruhi dalam kehidupannya. selanjutnya orang tua juga lebih waspada dan memberikan contoh yang baik terhadap anaknya.

husnul khotimah mengatakan...

Husnul Khotimah/11411010/PAI V A

menanggapi hadirnya tv di era modern ini, menurut saya itu memang membawa dampak positif dan negatif yang tidak bisa dipungkiri sangat menjalar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. banyak orang yg memanfaatkan alat komunikasi tersebut namun tak banyak pula banyak orang yang menyalah gunakannya.
sebagai calon guru PAI, tv bisa mempermudah dalam mencari informasi terbaru maupun terlama serta juga bisa menjadi bahan pembelajaran nanti. namun ada dampak tertentu juga, seperti terlalu larut dalam tv, kesehatan mata terganggu, menjadi pemalas, dsb. namun sebijak mungkin kita harus bisa menyikapi tv dengan baik. untuk calon para siswa yg suka menonton tv, mungkin lebih dikoordinir dengan kedua orangtuanya agar mengawasi atau memperhatikan acara apa yang ditonton oleh anak serta membatasi waktu anak untuk menonton tv.
namun sebagai guru kita juga bisa memanfaatkan tv untuk media belajar anak spt acara berita atau tugas kliping sekolah ataupun acara islami yg menirukan gaya para da'i yang mereka gemari, dsb. karena tidak bisa dipungkiri juga anak membutuhkan hiburan yg dapat memberi motivasi anak supaya tidak merasa jenuh. namun kita sebagai calon guru harus tetap memberi arahan mana yang baik untuk ditonton dan bermanfaat bagi mereka.
menjadikan cerdas untuk masa depan melalui teknologi yg semakin berkembang canggih di era modern ini dengan memanfaatkan sebaik-baiknya.

SUMBER BELAJAR PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM mengatakan...

Betul sekali, bahwa untuk mengatasi dan mengantisipasi dampat negatif dari media TV, sangat relevan kita menerapkan teori pendidikan Ki Hajar Dewantara tentang tri pusat pendidikan, yakni pendidikan di sekolah/madrasah, di masyarakat dan keluarga. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling bersinergi untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan dan mengeliminir dampak negatif media massa termasuk TV.

SUMBER BELAJAR PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM mengatakan...

Para mahasiswa sekalian khususnya kelas A, hingga hari Senin pagi ternyata baru 24 mahasiswa yang memberikan komentar tentang persoalan pemanfaatan media TV. Silahkan bagi para mahasiswa yang belum memberikan komentar ditunggu hingga jam 15.00. Bagi yang memberikan komentar akan mendapat tambahan poin nilai. (Sukiman)

Anonim mengatakan...

imam Wahyudi/11411006/pai VA
menerut saya, media TV sebagai media pembelajaran merupakan suatu trobosan yang amat jitu. karena biasanya orang suka nonton TV, tinggal bagai mana kita mengarahkan kepada anak didik kita agar dapat memilah dan memilih acara-acara yang bermanfaat bagi kita, dan di hubungkan dengan pelajaran apa yang dapat di ambil dari acara tersebut.Televisi menarik minat baik terhadap orang dewasa khususnya pada anak-anak yang senang melihat televisi karena tayangan atau acara-acaranya yang menarik dan cara penyajiannya yang menyenangkan.
Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkan. Televisi pendidikan tidak sekedar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain yaitu :

1.Dituntun oleh instruktur-seorang guru atau instruktur menuntun siswa melalui pengalaman-pengalaman siswa.
2. Sistematis-siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana.
3. Teratur dan berurutan-siaran disajikan dengan selang waktu yang beraturan secara berurutan dimana satu siaran dibangun atau mendasari siaran lainnya, dan
4. Terpadu- siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah.

Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui program televisi untuk berbagai mata pelajaran dapat menguasai mata pelajaran tersebut sama seperti mereka yang mempelajarinya melalui tatap muka dengan guru kelas.oleh karena itu, kita harus memberi pengarahan kepada anak didik agar dapat menonton tv sesuai dengan kebutuhannya.

Yahya Ruswandi mengatakan...

Menanggapi Media TV sebagai pembelajaran PAI tidaklah mudah sebagai calon guru PAI di masa yang akan datang. Karena hal tersebut menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat. Sebagaimana yang telah terjadi adanya hal positif dan negatif, maka alangkah lebih baiknya kita sebagai calon pendidik mulai berintrospeksi, memberikan arahan kepada siswa, dan mensosialisasikan keada orang tua peserta didik tentang keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan dari media TV. Agar senantiasa orang tua dirumah dapat memilihkan tayangan secara selektif yang sesuai dengan usia anaknya. dan menentukan jam-jam tertentu seorang anak dapat menonton TV. Dan mungkin dri sisi kelembagaan, MENDIKNAS bisa memberikan ultimatum keada KPI selaku pemegang hak siar pertelevisiaan diindonesia, untuk lebih memperhatikan aspek pendidikan dan akhlak dalam setiap tayangan yang telah lulus sensor. Agar tercapainya acara pertelevisian yang bermutu dan mendidik. Perubahan tidkan akan terjadi jika tidak dari dalam diri kita sendiri (y) :: Yahya Edi Ruswandi (11411005/PAI V/A)

Anonim mengatakan...

Ranu Nada Irfani (09410233)

Televisi adalah bagian dari hasil kemajuan teknologi yang akhir-akhir ini semakin berkemang pesat. adapun dampak yang ditimbulkan dari adanya televisi memang banyak, baik itu dampak positif maupum negatif. akan tetapi, menurut saya dewasa ini sudah jarang acara-acara televisi yang memiliki dampak positif. sedangkan dari acara yang dapat menimbulkan dampak positifpun tidak banyak peminatnya.
Televisi juga dapat menjadi candu bagi pemirsanya sehingga lupa waktu belajar dan waktu untuk melakukan hal lain yang sekiranya lebih bermanfaat. jika dikaitkan dengan guru PAI, seorang guru PAI harus dapat berkoordinasi dengan orang tua untuk selalu melakukan pendampingan saat anak menonton televisi dengan memilah-milah antara acara yang bermanfaat dan dan bermadlarat. selain itu juga ada pembatasan pada jam-jam tertentu (jam belajar) untuk tidak menonton televisi. TK.

Ulvi Latifah mengatakan...

Ulvi Latifah (11411029) PAI 5 A
Semua hal pastilah ada hal positif dan negatifnya, termasuk didalamnya adalh televisi. Sejak penemuannya tahun 1920-an televisi telah mengalami berbagai kemajuan dimasa sekarang. Televisi telah menjadi barang wajib disetiap rumah yang diminati semua kalangan. Nah kita disini diposisikan sebagi calon guru PAI dan menurut saya kita tidak bisa menutup mata terhadap perkambangan teknologi. Televisi bisa dijadikan sebagai medaia pembelajaran yang mengasikkn bagi peserta didik. Dan sebagai contoh kegiatan dari pembelajaran tersebut adalah menugaskan anak menonton tayangan "Damai Indonesiaku" di Tv One dan menugaskan anak untuk mengamati dan menuliskan isi dari acara tersebut.
Demikian sebagi warga moderen kita hendanya tidak menutup diri dengan teknologi namun kita sebisa mungkin memanfaatkannya dengan maksimal.

sahrie mame mengatakan...

Dalam era globalisasi, kita tidak bisa melepaskan diri dari kemajuan tekhnologi termasuk media televisi. kana tetapi ketika kita kaitkan apakah media TV memberikan kontribusi dalam pembelajaran, khususnya PAI, menurut saya sangatlah sedikit pengaruh positif televisi dalam memberikan peran dalam media pembelajaran, kebanyakan tayangan dari televisi memeberikan dampak yang negatif bagi anak, anak bisa menghabiskan waktu seharian di depan tv tapi hanya bisa beberapa menit untuk belajar, tayangan televisi akan lebih efektif jika ada chanel khusus tentang education yang ditujukan untuk membantu minat belajar anak,dan itupun harus tetap mendapatkan pengawasan dari orang tua
Rahmat Dahri
11411028/PAI 5A

tinkyvil mengatakan...

siti Rofiah (11411011)
5 PAI A

menerut saya,, kehadiran televisi dizaman yang serba modern ini tidak bisa ditolak lagi. selain itu tv sudah manjadi suatu hal yang wajib di setiap rumah sebagai hiburan atau informasi. dan dizaman yang modern ini kita tidak bisa menutup diri dengan adanya tv dan menolak mentah-mentah begitu saja. dengan adanya tv mungkin kita sebagai guru pai bisa memaksimalkan secara baik penggunaanya untuk memeberikan tugas-tugas pada peserta didik . tapi penggunaan tv bagi anak-anak perlu dikontrol dan harus ada pengawasaan dari orang tua dan meberikan penjadwalan berapa jam saja anak boleh menonton telivisi agar anak tidak terlalu mengabiskan waktunya didepan tv sehingga lupa untuk belajar dan melaksanakan tugasnya.

Umu Arifah Rahmawati mengatakan...

Umu Arifah Rahmawati – 11411017

Kemajuan teknologi memang harus selalu diikuti oleh setiap manusia yang ingin mempunyai eksistensi diri dilingkungannya. Hal itu pun turut berlaku dalam dunia pendidikan, terutama bagi para pelaku pendidikan, baik itu pendidik ataupun peserta didik. Kemajuan teknologi yang tidak lagi asing bagi kita, bahkan sudah bukan menjadi barang ‘mewah’ lagi salah satunya adalah televisi. Melalui televisi ini kita bisa mengetahui semua peristiwa atau kejadian yang terjadi dari seluruh penjuru dunia dalam waktu yang singkat dan cepat. Melalui televisi kita bisa mengikuti perkembangan-perkembangan yang terjadi dalam kehidupan di sekitar kita, sehingga membuat kita mempunyai pengetahuan yang luas. Namun, keberadaan televisi tentu tidak hanya membawa dampak positif saja, tetapi juga ada dampak negatif yang turut menyertainya. Diantaranya yaitu maraknya pornografi, kekerasan, dan tayangan-tayangan lain yang bersifat kurang mendidik.
Karena guru disini bisa dikatakan sebagai pihak kedua setelah orangtua, yang turut bertanggung jawab terhadap perkembangan seorang anak, maka yang harus kita lakukan sebagai calon guru agama adalah menanamkan kesadaran diri pada anak. Hal ini bertujuan supaya seorang anak dapat berlaku lebih bijaksana dalam memilih tayangan televisi. Kita pun harus senantiasa mengingatkan dan memberikan pengarahan kepada anak bagaimana dan seperti apa didalam kita menggunakan televisi dengan baik dan benar. Sehingga kedepannya televisi disini bisa kita manfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak. Dan kita pun harus selalu mengingatkan kepada anak, bahwa segala yang kita lakukan selalu dipantau oleh Allah SWT, sehingga ada kontrol diri pada anak sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Allah SWT.
Namun, peran guru diatas harus dibarengi dengan peran orangtua yang harus turut serta terlibat dalam mengawasi anak dirumah didalam memilih tayangan televisi, mana tayangan televisi yang bermanfaat dan baik untuk dilihat, mana tayangan televisi yang tidak perlu ditonton oleh anak. Sehingga ada keseimbangan pengawasan baik itu dilingkungan rumah ataupun sekolah.

nida pangestu mengatakan...

nama : NIDA PANGESTU
kelas : PAI A
no. absen : 5
nim : 10410022

Sebuah televisi yang merupakan sumber hiburan di masa kini tampaknya memang memberikan banyak manfaat bagi kita. Tapi kita juga harus mewaspadai dampak negatif dari televisi, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Zaman sekarang siapa sih yang tidak mempunyai televisi di rumahnya? Hampir semua orang kini mempunyai televisi di rumah. Televisi kini memang menjadi salah satu media hiburan utama. Tidak hanya hiburan, bahkan televisi bisa menjadi media informasi yang menyajikan beragam informasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kesimpulannya adalah, bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (siswa) sangatlah penting serta kesadaran dari siswa itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dari guru dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada dilingkungan sekolah. Kita sebagai guru hanya bisa memotivasi dan hanya bisa memberikan arahan, orangtuanyalah yang berperan sangat penting ketika anak-anaknya dirumah. Adapun dampak;dampak itu sendiri adalah :
Dampak Positif :
1 Anda bisa menyegarkan pikiran dengan menyaksikan beragam tayangan hiburan dari stasiun televisi, mulai dari film, kuis, sinetron dan acara-acara hiburan lainnya. Dengan menonton televisi anda dapat menghilangkan kepenatan anda sehingga tidak mudah stress.
2 Televisi umumnya selalu up to date dalam hal penyajian berita, sehingga anda pun menjadi banyak tahu tentang informasi-informasi dan berita terkini yang sedang terjadi di mana saja, wawasan anda pun bertambah luas dan tidak ketinggalan informasi.
3 Televisi banyak juga menyajikan acara-acara yang berhubungan dengan pendidikan, hal ini tentu bagus dan sangat berguna bagi pengetahuan dan wawasan para pelajar.
4 Televisi banyak menampilkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan, dunia usaha, hiburan, dan lainnya. Sehingga figur-figur tersebut dapat memicu kita untuk mencontoh kesuksesan mereka.
Dampak Negatif :
1. Televisi dapat membuat anda lupa waktu, bahkan malas untuk mengerjakan hal-hal lain selain menonton televisi. Tentunya hal ini sangat buruk dampaknya bagi para pelajar, karena dapat menyebabkan para pelajar menjadi lupa akan kewajiban utamanya yaitu belajar.
2. Televisi banyak menyajikan acara-acara yang tidak mendidik, seperti film-film yang banyak adegan kekerasannya, berita kriminal, serta adegan-adegan lain yang tidak patut ditonton oleh anak-anak. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kejiwaan seorang anak, mereka bisa saja meniru adegan kekerasan, tindak kriminal, serta adegan-adegan lainnya yang mereka tonton di televisi.
3. Anak menjadi pasif dan tidak kreatif. Mereka kurang beraktivitas, tetapi hanya duduk di depan Televisi, dan melihat apa yang ada di Televisi. Anak menjadi pasif baik secara fisik maupun mental, karena memang orang yang menonton Televisi tidak perlu berbuat apa-apa, hanya duduk, mendengar dan melihat apa yang ada di Televisi. Oleh karena itu kemampuan berpikir dan kreatifitas anak menjadi tidak terasah, karena ia tidak perlu lagi membayangkan sesuatu seperti halnya bila ia membaca buku atau mendengar musik.

Anonim mengatakan...

Eka Nurul Wijayanti
PAI 5A
11411008
menurut saya, Zaman sekarang, televisi sudah menjadi kebutuhan primer, karena kehadirannya sangatlah di butuhkan. Sebuah televisi merupakan sarana hiburan, dahulu bila kita ingin menonton tv kita harus membayar iuran ke pihak stasiun tv tersebut, namun sekarang kita dapat menonton beragam acara tv secara gratis.

Perkembangan acara Televisi terus meningkat, terbukti dari lahirnya berbagai acara baru yg tentunya menarik untuk di tonton bersama keluarga. Sekilas, kehadiran televisi sangatlah membantu masyarakat bila kita lihat di sisi hiburannya.

Anonim mengatakan...

puput wahyu adi / PAI5 A / 11411013
menurut saya sebagai bangsa yang ingin maju, maka kemnajuan teknologi perlu dimanfaatkan. Hanya saja itu dilakukan dengan kadar kearifan dan etika yang tinggi, khususnya dilihat dari segi pendidikan. dengan mengajak seluruh civitas pendiddikan menggunakan teknologi sebagai bumbu tambahan dalam proses pengajaran. Disamping agar tidak ketinggalan zaman, pesan ini juga mengandung bahwa teknologi sangatlah penting dalam dunia pendidikan.
Televisi edukasi ini dirancang untuk mendidik dan mencerdaskan masyarakat dengan kemasan acara yang mengasyikkan dan menyenangkan. Karena daya jangkaun televisi bisa sangat luas, keberhasilan memanfaatkan media pembelajaran itu akan mempercepat pembangunan masyarakat belajar yang cerdas.
dengan begitu akan lebih mudah dalam memahami suatu pembelajaran.

Anonim mengatakan...

nama:umy uswatun chasanah
nim:11411026
kelas:pai 5a

menurut saya media khususnya televisi sangat menunjang kemajuan zaman dan peradaban,karena dengan adanya perkembangan teknologi tersebut kita dapat mengetahui dunia dalam kedipan mata dengan lebih efisiensi waktu,biaya,dll.
tetapi dengan perkembangan tersebut kita harus lebih jeli dalam menggunakannya agar tidak terjerumus ke hal yang negatif,maka tugas kita sebagai guru pai juga sangatlah berperan mendidik moral agar siswa tidak larut dalam perkembangan teknologi yang berdampak negatif tetapi dapat memanfaatkan secara positif.

Qisthi Alina mengatakan...

Televisi memegang peranan yang begitu besar dalam perkembangan anak-anak. Sikap anak tehadap televisi, jumlah jam yang mereka habiskan untuk menonton televisi, jenis acara yang ditonton, serta alasan yang mendorong mereka untuk menonton televisi, semuanya sangat mempengaruhi perkembangan pada anak-anak. Meskipun begitu kita tidak bisa mengatakan bahwa televisi memegang peranan yang cukup dominan dalam hal ini karena masalah yang paling mendasar bukanlah jumlah jam yang dilewatkan si anak untuk menonton televisi, melainkan program-program yang ia tonton dan bagaimana peran orangtua serta guru memanfaatkan program-program ini untuk sebisa mungkin membantu kegiatan belajar mereka.
Setiap orang tua memiliki tanggungjawab untuk selalu mengawasi anaknya dan memperhatikan perkembangannya, oeh sebab itu hal-hal yang sekecil apapun harus bisa diantisipasi oleh setiap orang tua mengenai dampak positif atau negatif yang akan ditimbulkan
ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1.Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
2.Dampingi anak memonton TV
agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol
3.Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
4.Tanyakan acara favorit mereka dan bantu memahami pantas tidaknya acara tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif. Acara yang bisa dilakukan misalnya hiking, tamasya, siraturahim tempat sanak keluarg dan hal lainnya yang bisa membangun jiwa sosialnya.
5.Perbanyak membaca buku, letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan
6.Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain.
7.Perbanyak mendengarkan radio, memutar kaset atau mendengarkan musik sebagai mengganti menonton TV.
Qisthi Alina (09410023)

Lala Thifah mengatakan...

Sri Latifah Nurdiani/11410203/PAI-B

Kehadiran televisi dewasa ini haruslah ditanggapi dengan kacamata yang cermat dan bijak. Memilah-milih mana program yang sekiranya baik untuk kita tonton dan mana yang kurang baik bahkan berbahaya untuk di tonton. Sebelum mulai menontonpun kita harus menetapkan tujuan, untuk maksud apa tayangan tersebut kita tonton. Apakah hanya sekedar untuk hiburan, penghilang penat setelah jenuh melakukan aktifitas sehari-hari, refreshing, menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan lain-lain. Dengan begitu otak kita akan terprogram kesadaran akan tujuan tontonan yang akan kita lihat. Semua itu dibutuhkan pembiasaan. Maka hal itu perlu diterapkan mulai dari sekarang, saat ini. Setelah kebiasaan tersebut terbiasa dalam kehidupan kita, maka akan semakin mudah bagi kita mengajarkan kepada anak didik (jika kelak menjadi guru PAI) untuk memilih program yang baik yang patut mereka tonton pada tayangan/program televisi. Semua kembali pada tingkat perkembangan intelegensi, emosi, ataupun psikologis anak sesuai dengan tingkatan usianya.

Anwar Hidayat mengatakan...

Anwar hidayat (11411025)
Televisi dalam dunia modern saat ini sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dan bahkan ada yang menjadikannya sebagai kebutuhan. Namun kita sebagai calon guru PAI sekaligus calon orang tua harus bisa mengendalikan "kapan dan bagaimana" menggunakan televisi sebagai hiburan dan media pembelajaran untuk anak - anak atau peserta didik.

ismail (09410207) mengatakan...

ismail (09410207)
Media televisi merupakan satu dari sekian media yang berkembang pesat di era modern seperti saat ini. Sebagai calon guru pendidikan agama islam kita perlu memanfaatkan media televisi sebagai media belajar peserta didik. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan melibatatkan orang tua sebagai kontrol peserta didik ketika berada di luar lingkungan sekolah. Orang tua diharapkan bisa mendampingi anaknya (peserta didik)dan memberi pengarahan kepadanya. Selain itu kita juga bisa memanfaatkan televisi edukasi sebagai penugasan kepada peserta didik,misalnya dengan meminta peserta didik untuk menonton televisi yang bersifat edukatif kemudian peserta didik mengambil hikmah atau pelajaran yang dapat dipetik dari tayangan televisi yang dimaksud.

Gietha mengatakan...

nur pragita sari/ 11410017

tv, sebuah media yang tidak bisa terpisahkan dengan keseharian kita.. banyak tayangan yang disuguhkan baik itu tayangan yang positif maupun negatif.. disitulah peran guru PAI dan orang tua sangat diperlukan dalam memilih tayangan mana yang cocok untuk anak sehingga anak tidak salah pilih dalam menonton acara di televisi... Guru PAI haruslah bekerja sama dengan orang tua untuk turut mendampingi anak dalam menonton tv,memberikan proteksi kepada anak terkait dengan kebiasaannya menonton tv sehingga anak tidak akan mengalami kecanduan terhadap tv...

ratna juwita mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
ratna juwita mengatakan...

Masitoh Ratna Juwita
11410007.

Kehadiran tv memang sudah tidak bisa dipungkiri. banyak orang dari semua kalangan dan semua umur sudah tidak bisa lepas dari tv. tayangan di tv pun seakan sudah tidak bisa dibedakan entah itu untuk anak-anak atau untuk dewasa. hal ini yang menimbulkan pengaruh besar bagi anak-anak. memang tidak semua pengaruh itu negatif, tapi antara pengaruh positif dan negatifnya tidak seimbang. lebih banyak pengaruh negatif.
di sini, orang tua dan guru PAI harus siap dan mau mendampingi anak-anak dalam melihat tayangan tv.
semangatttt kawan-kawan yang hebat.

Mohamad Fatkurohman mengatakan...

11410045
peranan dari guru PAI haruslah didukung oleh lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat guna menjadikan peserta didik meminimalisir dari dampak negatif tv, guru harus mengarahkan peserta didik untuk melihat acara edukasi yang didampingi oleh orangtua.

doel mujib mengatakan...

Moch. Abdul Mujib 11410064

Media TV banyak peminatnya, untuk itu sebagai calon guru kita harus menciptakan cara untuk memaksimalkan media TV dalam pembelajaran, karena media TV itu merupakan masalah dan itu tugas kita untuk mengubah masalah menjadi berkah,,